Minggu, 09 Oktober 2011

STRUKTUR DIRECTORY PADA LINUX

SISTEM FOLDER Dan STRUKTUR DIRECTORY

1. Sistem Folder Yang Digunakan Pada Linux

Shell adalah sebuah program yang membaca input standar yaitu keyboard. ketika kita mengetikan sesuatu perintah di keyboard maka shell akan menafsirkan apa yang kita ketikan, sehingga komputer berfungsi seperti yang diinginkan. shell juga disebut dengan consule dan terminal distribusi LINUX.

1. $ clear Membersihkan layar .

2. $ pwd Menampilkan nama direktori.

3. ls [option] /directory Menampilkan isi dari suatu direktori beserta atribut - atribut filenya..

4. $ cd Berpindah direktori.

5. $ chown [option] Mengubah user ID/group sebuah file/direktori.

6. $ cp [option] file /dir/path/ Mengkopi file ke direktori lain.

7. $ find /path [option] Mencari file maupun direktori.

8. $ grep [option] "data" file Mencari data di dalam file.

9. $ gzip Mengkompresi sebuah file.

10. $ halt Perintah ini hanya dapat dijalankan oleh super user, berfungsi untuk mematikan system (Shutdown).

11. $ man mount Menampilkan manual page.

12. $ mkdir Membuat sebuah direktori .

13. $ mv Memindahkan file dari satu direktori ke direktori lainnya.

14. $ passwd Mengganti password.

15. $ rm Menghapus file.

16. $ rmdir Menghapus direktori.

17. $ mount [option] /dev/ /path/mountdir Mount device agar dapat diakses.

18. $ tar [option] Mengekstrak file

19. $ unzip Mengekstrak atau menguraikan file yang dikompres dengan zip.

20. $ chmod Menambah dan mengurangi ijin pakai mengakses file/direktori.

21. $ login Masuk pada sebuah system dengan memasukkan login ID atau dapat digunakan untuk berpindah dari satu user ke user.

22. $ locate Mengetahui letak sebuah file atau direktori dimana kita sedang berada saat itu.

23. $ su [options] Berganti user aktif.

24. $ pkill Mematikan program/aplikasi yang sedang mengalami crash.

25. nano/pico/vi $ nano

$ pico

$ vi

Merupakan external command yang digunakan untuk mengedit file.

26. $ cal Menampilkan kalender.

27. $ date Menampilkan informasi tanggal dan waktu saat ini.

28. $du $ du [option] Menampilkan penggunaan kapasitas harddisk oleh suatu direktori.

29. $ df [option] Menampilkan penggunaan partisi harddisk secara keseluruhan.

30. $ history Menampilkan syntax / command yang telah digunakan sebelumnya.

31. $ init run_level Mengganti run level.

32. $ less Menampilkan isi dari suatu file.

33. $ ping [option] ip - address Melakukan test konektivitas / hubungan antara dua komputer dalam satu jaringan (LAN).

34. $ tail [options] Secara default meenampilkan 10 baris terakhir pada suatu file

35. $ top Menampilkan program/aplikasi yang menggunakan resource CPU dan MEMORI terbesar pada sistem.

36. $ uname [options] Menampilkan informasi Sistem Operasi.

37. $ who Menampilkan informasi user yang sedang login pada sistem.

38. $ whoami Menampilkan informasi user yang digunakan.

39. $ wc [options] Menampilkan jumlah bytes, kata dan baris dalam suatu file.

Lihat pada contoh gambar di bawah ini :

Contoh penggunaan $ls dan $pwd



2. Struktur Direktori

1. / – Root direktori yang membentuk basis sistem file. Semua file dan direktori secara logis ada didalam root direktori tidak perduli dengan lokasi fisik mereka.
/bin – Memuat program yang dapat dieksekusi yang merupakan bagian dari sistem operasi Linux. Banyak perintah Linux seperti cat, cp, ls, more, dan tar terletak pada /bin.

2. /boot – Memuat Linux Kernel dan file lain yang dibutuhkan LILO dan GRUB boot manajer.

3. /dev – Memuat semua file perangkat keras. Linux memperlakukan semua perangkat keras komputer seperti sebuah file yang spesial. Semua file seperti ini terletak di /dev.

4. /etc – Memuat semua sistem konfigurasi file dan skrip instalasi pada /etc/rc.d sub direktori.

5. /home – Direktori Home menyimpan semua direktori home user.

6. /lib – Memuat file library, termasuk modul driver yang dapat diisi pada sistem boot.

7. /lost+found – Direktori untuk file yang hilang. Semua partisi disk memiliki direktori lost+found.

8. /media – Direktori untuk mounting removable media seperi drive CD-ROM, floopy disk dan zip drive.

9. /mnt – Direktori untuk mounting filesistem sementara.

10. /opt – Data – data instal/copy untuk aplikasi opsional .

11. /proc – Direktori istimewa untuk sistem file virtual. Ia mencakup informasi mengenai berbagai aspek sistem Linux.

12. /root – Direktori Home untuk root user.

13. /sbin – Memuat file administrasi yang dapat dieksekusi seperti mount, shutdown, umount.

14. /srv – Memuat data untuk layanan (HTTP, FTP, etc.) yang ditawarkan sistem.

15. /sys – Direktori spesial yang memuat informasi mengenai perangkat keras seperti yang terlihat oleh Linux.

16. /tmp – Direktori yang digunakan untuk menyimpan data sementara. Isi dari direktori ini dibersihkan setiap sistem boot.

17. /usr – Memuat sub direktori untuk banyak program seperti sistem X Windows.

18. /usr/bin – Memuat file yang dapat dieksekusi untuk banyak perintah Linux yang bukan merupakan bagian dari OS Linux.

19. /usr/include – Memuat file – file header dari bahasa pemrograman C dan C++.

20. /usr/lib – Membuat file – file library untuk bahasa pemrograman C dan C++.

21. /usr/local – Memuat data lokal. Ia memuat direktori yang sama seperti /usr.

22. /usr/sbin – Memuat perintah – perintah administratif.

23. /usr/share – Memuat data yang dipakai oleh banyak user sekaligus, seperti file konfigurasi default, gambar dan dokumentasi.

24. /usr/src – Memuat source codeuntuk Linux kernel.

25. /var – Memuat bermacam sistem file seperti log, direktori mail, print dan lain – lain. Yang sering kali terus berubah isinya.

26. /var/cache – Area penyimpanan untuk cache data berbagai aplikasi.

27. /var/lib – Memuat informasi tentang status aplikasi – aplikasi yang ada. Aplikasi memodifikasi direktori ini saat mereka bekerja.

28. /var/lock – Memuat file yang dikunci agar hanya dapat dipakai oleh satu aplikasi saja.

29. /var/log – Memuat log dari aplikasi yang berbeda.

30. /var/mail – Memuat email pemilik.

31. /var/opt – Memuat data variabel untuk paket yang disimpan di direktori /opt.

32. /var/run – Memuat data yang menjelaskan sistem sejak pertama kali dijalankan.

33. /var/spool – Memuat data yang menunggu untuk diproses.

34. /var/tmp – Memuat file sementara, isi direktori ini tidak dihapus saat sistem dimatikan.

Sabtu, 01 Januari 2011

NTFS (New Teknologi File System)

Pengertian

NTFS atau Windows NT File System, merupakan sebuah sistem berkas yang dibekalkan oleh Microsoft dalam keluarga sistem operasi Windows NT, yang terdiri dari Windows NT 3.x (NT 3.1, NT 3.50, NT 3.51), Windows NT 4.x (NT 4.0 dengan semua service pack miliknya), Windows NT 5.x (Windows 2000, Windows XP, dan Windows Server 2003), serta Windows NT 6.x (Windows Vista).

Sistem berkas NTFS memiliki sebuah desain yang sederhana tapi memiliki kemampuan yang lebih dibandingkan keluarga sistem berkas FAT. NTFS menawarkan beberapa fitur yang dibutuhkan dalam sebuah lingkungan yang terdistribusi, seperti halnya pengaturan akses (access control) siapa saja yang berhak mengakses sebuah berkas atau direktori, penetapan kuota berapa banyak setiap pengguna dapat menggunakan kapasitas hard disk, fitur enkripsi, serta toleransi terhadap kesalahan (fault tolerance). Fitur-fitur standar sebuah sistem berkas, seperti halnya directory hashing, directory caching, penggunaan atribut direktori, dan atribut berkas tentu saja telah dimiliki oleh NTFS. Bahkan, Microsoft telah menambahkan kemampuan yang hebat ke dalam NTFS agar memiliki kinerja yang tinggi, lebih tinggi daripada sistem berkas yang sebelumnya semacam HPFS atau FAT, khususnya pada ukuran volume yang besar, tetapi juga tetap mempertahankan kemudahan pengoperasiannya. Salah satu keunggulan NTFS dibandingkan dengan sistem berkas lainnya adalah bahwa NTFS bersifat extensible (dapat diperluas) dengan menambahkan sebuah fungsi yang baru di dalam sistem operasi, tanpa harus merombak desain secara keseluruhan (perombakan mungkin dilakukan, tapi tidak secara signifikan).

Beberapa Fitur NTFS

Bagian berikut akan memberikan informasi sedikit mengenai beberapa fitur NTFS:

  • NTFS dapat mengatur kuota volume untuk setiap pengguna (dalam NTFS disebut dengan Disk Quota).
  • NTFS mendukung sistem berkas terenkripsi secara transparan dengan menggunakan jenis beberapa jenis algoritma enkripsi yang umum digunakan.
  • NTFS mendukung kompresi data transparan yang, meskipun tidak memiliki rasio yang besar, dapat digunakan untuk menghemat penggunaan ruangan hard disk. Selain itu, NTFS mendukung pembuatan berkas dengan atribut sparse (berkas yang berisi banyak area kosong di dalam datanya) yang umumnya dibutuhkan oleh aplikasi-aplikasi ilmiah.
  • NTFS mendukung hard link (tautan keras) serta symbolic link (tautan simbolis) seperti halnya sistem berkas dalam sistem operasi keluarga UNIX, meskipun dalam NTFS, implementasinya lebih sederhana. Fitur symbolic link dalam NTFS diimplementasikan dengan menggunakan Reparse Point yang awalnya hanya dapat diterapkan terhadap direktori. Windows Vista mengizinkan penggunaan symbolic link terhadap berkas.
  • NTFS mendukung penamaan berkas dengan metode pengodean Unicode (16-bit UCS2) hingga 255 karakter. Berbeda dengan sistem berkas FAT yang masih menggunakan pengodean ANSI (8-bit ASCII) dan hanya berorientasi pada format 8.3. Penggunaan nama panjang dalam sistem berkas FAT akan menghabiskan lebih dari dua entri direktori. Tabel di bawah ini menyebutkan karakteristik perbandingan antara NTFS dengan sistem berkas FAT32 dan FAT16.
  • NTFS memiliki fitur untuk menampung lebih dari satu buah ruangan data dalam sebuah berkas. Fitur ini disebut dengan alternate data stream.

Karakteristik

NTFS

FAT32

FAT16

Jumlah berkas dalam satu volume

232-1 berkas

228 berkas

228 berkas

Berkas atau subdirektori setiap direktori

Tidak terbatas

216-2 berkas atau direktori

216-2 berkas atau direktori

Kompatibilitas dengan sistem operasi DOS

Tidak

Tidak

Ya

Dapat dual-booting dengan Windows 95/98

Tidak

Ya (Windows 95 OSR 2.0 ke atas)

Ya (Semua versi)

Kompresi data transparan

Ya

Tidak

Tidak

Enkripsi Transparan

Ya (versi 3.0 ke atas)

Tidak

Tidak

Penetapan kuota ruangan untuk tiap pengguna

Ya

Tidak

Tidak

Ukuran berkas maksimum

264 - 1 byte

232 - 1 byte

232 - 1 byte

Ukuran cluster minimum

512 bytes (1 sektor)

512 bytes (1 sektor)

512 bytes (1 sektor)

Ukuran cluster maksimum

64 KB (32 sektor)

64 KB (32 sektor)

64 KB (32 sektor)

Ukuran partisi maksimum

232 cluster

4,177,198 cluster

2 Gigabyte (bisa sampai 4 Gigabyte pada Windows NT)

Jumlah berkas tiap partisi

232 - 1 berkas

228 berkas

216 berkas

Jumlah direktori tiap partisi

Tidak Terbatas

216 - 2 direktori

216 - 2 direktori

Tabel Perbandingan Karakteristik NTFS dengan FAT32 dan FAT16

Versi NTFS

Selama 16 tahun perkembangan Windows NT (1991-2007), NTFS telah beberapa kali mengalami perbaikan fungsi dan fitur. Meskipun terjadi beberapa kali perbaikan fungsi dan fitur, antar setiap versi tersebut masih terdapat kompatibilitas yang sangat dibutuhkan oleh sistem-sistem lama. Berikut ini adalah beberapa versi NTFS:

  • NTFS versi 1.0 merupakan versi yang datang bersama dengan Windows NT 3.1. Versi ini menawarkan fungsi yang sangat dasar, tetapi sudah jauh lebih baik dibandingkan dengan sistem berkas FAT yang saat itu telah digunakan.
  • NTFS versi 1.1 merupakan versi yang datang bersama dengan Windows NT 3.50. Versi ini menambahkan dukungan terhadap pengaturan akses secara diskrit (discretionary access control).
  • NTFS versi 1.2 merupakan versi yang datang bersama dengan Windows NT 4.0. Versi ini menambahkan dukungan terhadap auditing setiap berkas dan juga kompresi transparan.
  • NTFS versi 2.0 tidak dirilis secara umum, karena berbagai kendala yang dialaminya, yang tidak diumumkan oleh Microsoft (Microsoft menggagalkan proyek NTFS versi 2.0, dan langsung menginjak NTFS versi 3.0, mengingat banyaknya fitur yang ditambahkan ke dalam versi 3.0).
  • NTFS versi 3.0 merupakan versi yang datang bersama dengan Windows 2000. Versi ini menawarkan banyak peningkatan dibandingkan dengan versi sebelumnya. Di antaranya adalah penetapan kuota kepada setiap pengguna, Encrypting File System (EFS), sistem keamanan yang dapat diatur dari server pusat, fitur indeksasi terhadap properti dan isi setiap berkas, dan lain-lain. Selain itu, versi 3.0 juga menawarkan dukungan kepada struktur selain MBR (Master Boot Record), yakni GPT (GUID Partition Table) dan LDM (Logical Disk Management).
  • NTFS versi 3.1 merupakan versi yang datang bersama dengan Windows XP Service Pack 1 dan Windows Server 2003. Versi ini menawarkan perbaikan yang minor yang terjadi dalam versi sebelumnya (khususnya di bidang performa), dan juga penggantian algoritma enkripsi yang digunakan oleh EFS dari DESX atau 3DES menjadi AES-256.

Meskipun memiliki keunggulan dibandingkan dengan sistem berkas FAT, desain internal NTFS sebenarnya didasarkan pada struktur disk berbasis Master Boot Record, sama seperti halnya sistem berkas FAT16 atau FAT32. Dengan menggunakan struktur yang didasarkan atas penggunaan MBR untuk mengolah semua berkas yang dapat disimpan di dalam sebuah disk, maka perpindahan atau migrasi dari sistem berkas FAT menuju NTFS pun mudah dilakukan: hanya mengubah beberapa komponen sistem FAT menjadi NTFS saja. Selain itu, struktur MBR merupakan salah satu cara pengalokasian berkas-berkas dalam hard disk yang sangat populer dan paling umum digunakan, karena skema pengalokasian disk dengan MBR digunakan pada platform Intel x86. Ada lima buah program yang dapat digunakan untuk membuat sebuah volume NTFS, yaitu Disk Administrator (pada Windows NT 3.1, Windows NT 3.5 dan Windows NT 3.51, Disk Management snap-in (pada versi keluarga Windows NT 5.x), serta tiga buah utilitas yang berbasis command-line yaitu format.com (pada semua versi Windows NT), utilitas diskpart.exe, dan utilitas convert.exe.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews